Rating Jeblok atau Dendam Politik? Donald Trump Bersorak Rayakan Kehancuran Stephen Colbert Bersama The Late Show-nya

 Rating Jeblok atau Dendam Politik? Donald Trump Bersorak Rayakan Kehancuran Stephen Colbert Bersama The Late Show-nya

Stephen Colbert (kiri) dan Jimmy Kimmel. (Foto: IG @jimmykimmel)

KORANPLUS.COM – Musisi legendaris Paul McCartney turut hadir membantu Stephen Colbert dalam menutup tirai perjalanan panjang program The Late Show. Acara komedi larut malam The Late Show with Stephen Colbert resmi mengakhiri masa tayangnya selama 11 tahun di stasiun televisi CBS pada Kamis (21/5) malam bertempat di Teater Ed Sullivan, New York.

Colbert membuka acara dengan sebuah pesan reflektif yang mendalam. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak bisa “menjelaskan secara memadai kepada Anda tentang apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang bekerja di sini untuk satu sama lain, dan betapa berartinya kami bagi satu sama lain.”

Setelah musik tema dikumandangkan untuk terakhir kalinya, Colbert naik ke atas panggung untuk memulai monolog resminya, yang ia buka dengan kalimat, “Jika Anda baru saja menyalakan The Late Show, Anda telah melewatkan banyak hal!”

Sesi monolog tersebut sempat diinterupsi beberapa kali oleh deretan bintang Hollywood di kursi penonton yang berkelakar protes karena nama mereka dicoret dari daftar tamu final, termasuk Bryan Cranston, Paul Rudd, Tig Notaro, Tim Meadows, hingga Ryan Reynolds.

“Sangat luar biasa bisa kembali ke sini,” ujar Paul McCartney yang hadir sebagai tamu resmi. Teater Ed Sullivan sendiri merupakan tempat bersejarah di mana ia pernah tampil bersama The Beatles pada tahun 1964 silam.

“Amerika saat itu adalah tanah kebebasan, negara demokrasi terbesar. Ya, begitulah adanya dahulu,” lanjut McCartney. “Dan semoga, negara ini masih tetap seperti itu sampai sekarang.”

Pihak Paramount selaku induk perusahaan CBS bersikeras bahwa keputusan mereka tahun lalu untuk membatalkan The Late Show murni disebabkan oleh masalah finansial perusahaan yang mengalami kerugian.

Pihak perusahaan berulang kali membantah rumor yang menyebut bahwa penghentian program ini sebenarnya berkaitan dengan aksi Colbert yang selama satu dekade terakhir terus-menerus mengejek Presiden AS, Donald Trump.

Di sisi lain, Trump tampak bersorak kegirangan merayakan pembatalan acara tersebut melalui unggahannya di media sosial Truth Social.

“Stephen Colbert adalah sebuah kehancuran yang menyedihkan, tanpa bakat atau hal lain apa pun yang diperlukan untuk sukses di dunia hiburan,” tulis Trump, dilansir film-news.co.uk

“Sekarang, setelah dipecat oleh CBS, dia justru menjadi semakin buruk, seiring dengan rating acaranya yang terjun bebas. Stephen sekarang hanya berjalan di atas kebencian dan keputusasaan, dia bagaikan mayat hidup! CBS seharusnya ‘menidurkannya saja’ (menyuntik mati acaranya). Itu adalah tindakan yang lebih manusiawi untuk dilakukan.”

Stephen Colbert pertama kali mengambil alih posisi sebagai pemandu acara The Late Show dari pembawa acara legendaris David Letterman pada 8 September 2015.

Berdasarkan laporan dari Deadline, saat proses syuting episode terakhir dilakukan pada Kamis waktu setempat, beberapa puluh penggemar tampak berkumpul di luar gedung untuk memberikan penghormatan terakhir.

Beberapa di antara mereka membawa papan tuntutan buatan sendiri yang bertuliskan pesan, “Thank you, Stephen” (Terima kasih, Stephen) dan “Keep Colbert, Fire Trump” (Pertahankan Colbert, Pecat Trump).

Sebagai bentuk solidaritas dan rasa hormat yang mendalam terhadap episode terakhir Colbert, Jimmy Kimmel dan Jimmy Fallon—yang program acaranya biasanya tayang di jam yang sama dengan Colbert—kompak memilih untuk hanya menayangkan siaran ulang (rerun) pada malam tersebut.

Mulai tanggal 22 Mei, slot tayang The Late Show di CBS akan resmi digantikan oleh Comics Unleashed, sebuah acara panel komedi.***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *