Pro Futsal League 2 – Fanzola Novi Dharma Tampil Kesetanan, Sabet Gelar MOTM Usai Giga FC Lampung Cukur Futsal Mbak Adjeng
Tim Futsal Giga FC Lampung mengamuk di Sukoharjo. (Foto: KFI)
KORANPLUS.COM – Matchday pembuka putaran kedua kompetisi Pro Futsal League 2 (PFL 2) 2026 langsung menyajikan kejutan besar. Berlaga di arena baru, GOR Bung Karno Sukoharjo, Jawa Tengah. Kamis (21/5) siang, Giga FC Lampung (GFC) sukses permak Futsal Mbak Adjeng (FMA) dengan skor mencolok 5-0.
Kemenangan mutlak ini menjadi modal berharga bagi skuad asal Lampung tersebut untuk memanaskan persaingan memperebutkan tiket menuju babak Final Four.
Sejak peluit sepak mula ditiup oleh wasit Miranto, anak-anak asuh Head Coach Devi Mark Moses langsung menekan gas pol. GFC mendikte penuh jalannya laga dan membuat pertahanan FMA pontang-panting.
Kran gol GFC akhirnya terbuka pada menit ke-11 melalui aksi ciamik Aldo Munandar Wajon Molan. Hanya berselang tiga menit, tepatnya di menit ke-14, Mohamad Diva Aji Pamungkas sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Penderitaan FMA di paruh pertama semakin lengkap setelah Fanzola Novi Dharma ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-17. Skor 3-0 menutup interval pertama dengan dominasi absolut Giga FC.
Memasuki paruh kedua, pelatih Futsal Mbak Adjeng, Yusup Maulana, mencoba merombak strategi agar anak asuhnya tampil lebih disiplin. Namun, rapatnya barisan pertahanan GFC justru membuat pilar FMA frustrasi. Akibatnya, Muhamad Ridwan diganjar kartu kuning oleh wasit pada menit ke-22.
Giga FC yang sudah di atas angin sama sekali tidak mengendurkan gempuran. Pada menit ke-29, sang kapten Axel Yogi Pratama sukses memperlebar jarak menjadi 4-0. Pesta GFC ini akhirnya ditutup dengan manis oleh gol Rafli Wahyudi di menit ke-35. Skor telak 5-0 bertahan hingga laga usai.
Fanzola Novi Dharma Sabet Man of the Match
Kekalahan menyakitkan ini otomatis menghentikan momentum kebangkitan Futsal Mbak Adjeng yang dituntut segera berbenah dalam transisi permainan.
Di sisi lain, bintang lapangan GFC, Fanzola Novi Dharma, resmi didapuk sebagai Man of the Match (MOTM). Fanzola dinilai menjadi momok bagi lawan berkat pergerakan eksplosifnya di sisi lapangan, kemampuannya mengacak-acak lini belakang FMA, serta sumbangan satu gol cantiknya di babak pertama.***