Pro Futsal League 2 – Drama Menit Akhir! Maestro Solo Segel Kemenangan 4-3, Futsal Mbak Adjeng Kena Mental di GOR Bung Karno

 Pro Futsal League 2 – Drama Menit Akhir! Maestro Solo Segel Kemenangan 4-3, Futsal Mbak Adjeng Kena Mental di GOR Bung Karno

Duel one-on-one antara pemain Maestro Ssolo (putih) dan Futsal Mbak Adjeng di SUkoharjo. (Foto: KFI)

KORANPLUS.COM – Putaran kedua kompetisi Pro Futsal League 2 (PFL 2) 2026 kembali menyajikan tontonan kelas tinggi yang penuh drama. Bertanding di GOR Bung Karno Sukoharjo pada Jumat (22/5) sore, Maestro Solo sukses mengandaskan perlawanan sengit Futsal Mbak Adjeng (FMA) dengan skor ketat 4-3.

Kemenangan dramatis dalam laga yang diwarnai hujan tujuh gol ini membuat Maestro Solo sukses mengamankan tiga poin krusial untuk terus memanaskan persaingan di papan atas klasemen.

Sejak peluit sepak mula dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka dengan tempo cepat. Skuad Maestro Solo asuhan Head Coach Fandy Frima berhasil mencuri keunggulan lebih dulu pada menit 7 lewat gol Akmal Nashrur Rizqi.

FMA yang diarsiteki Yusup Maulana langsung merespons cepat. Pada menit 10, Anzar Rumalean sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun, euforia FMA langsung sirna di menit yang sama setelah kapten Maestro Solo, Safari Nur Hannafi, mencetak gol balasan kilat untuk mengubah skor menjadi 2-1.

Hanya berselang satu menit (11′), dominasi Maestro Solo semakin menegaskan taji mereka setelah Moh. Derik Cristianto merobek jala gawang lawan. Skor nyaman 3-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan berjalan semakin alot dan menjurus keras. FMA sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 lewat aksi Aldi Renaldi di menit 31. Tetapi, mental juara Maestro Solo berbicara. Semenit berselang (32′), Safari Nur Hannafi mencetak gol keduanya (brace) sekaligus membawa timnya menjauh 4-2.

Drama memuncak di pengujung laga. FMA kembali menghidupkan asa lewat gol Muhamad Jamalludin pada menit 37 yang mengubah skor menjadi 4-3.

Sayangnya, dalam tekanan tinggi memburu gol penyeimbang, lini belakang FMA justru hilang kendali. Petaka datang di menit ke-39 saat kapten FMA, Rio Depriyansa, harus diusir keluar lapangan oleh wasit setelah menerima dua kartu kuning beruntun (kartu merah). Skor 4-3 pun bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.

Selain memimpin rekan-rekannya dengan sangat tenang di tengah tensi panas, Safari Nur Hannafi resmi dinobatkan secara mutlak sebagai Man of the Match (MOTM) dalam laga ini. Kontribusi dua gol vitalnya terbukti menjadi pembeda sekaligus kunci utama Maestro Solo mengunci kemenangan mendebarkan di Sukoharjo.***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *