Berbagi Kepedulian, AJP Bersama Warga Binaan Lapas Pamekasan
PAMEKASAN, KORANPLUS.COM – Penghujung Ramadan dimanfaatkan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) untuk menebar kepedulian. Rabu (18/3) malam, komunitas jurnalis tersebut menggelar bakti sosial bertajuk berbagi kasih dengan memberikan tali asih kepada lansia warga binaan di Lapas Kelas IIA Pamekasan.
Ketua AJP M. Khairul Umam menegaskan, kegiatan tersebut berangkat dari niat tulus untuk berbagi kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Menurut dia, meski bantuan yang diberikan tidak besar, namun diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi para warga binaan.
“Kami ada niatan tulus berbagi dengan warga binaan agar sama-sama merasakan hari raya dengan baik dan bahagia. Meski tidak banyak yang bisa kami beri, ini bentuk penghormatan kami. Ini juga hasil urunan teman-teman. Mohon diterima dengan ikhlas,” ujarnya.
Khairul juga menyampaikan terima kasih kepada pihak lapas yang telah memberikan ruang bagi AJP untuk menggelar kegiatan sosial tersebut. Dia menyebut, momen itu menjadi sejarah tersendiri bagi organisasi yang dia pimpin.
“Kami berterima kasih karena diberi ruang khusus untuk bakti sosial. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami,” imbuhnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan Syukron Hamdani mengapresiasi langkah AJP. Dia menyebut, kegiatan tali asih merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang sangat berarti bagi warga binaan.
“Tali asih adalah niat baik. Kami berterima kasih dan semoga dilancarkan. Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh rekan-rekan AJP atas kepeduliannya,” katanya.
Syukron menegaskan, warga binaan pada hakikatnya bukanlah penjahat, melainkan orang-orang yang sedang tersesat dan menjalani proses pembinaan. Karena itu, dukungan moral dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.
“Pada prinsipnya, mereka masuk ke lapas bukan penjahat, hanya tersesat. Semoga ini menjadi jalan taubat. Kepedulian dari rekan AJP ini semoga menjadi penyemangat agar mereka tidak merasa terkucilkan,” tegasnya.
Dia juga berharap, ketika warga binaan kembali ke masyarakat, mereka dapat diterima dengan baik dan mampu menjalani kehidupan yang lebih positif.
“Sebagai manusia, kita tidak lepas dari kesalahan. Semoga saat kembali ke masyarakat, mereka bisa diterima dengan baik,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Syukron turut menyinggung keberadaan rumah singgah AJP di Surabaya yang diperuntukkan bagi keluarga pasien atau pengantar yang kesulitan tempat istirahat saat berobat.
“Itu juga bentuk kepedulian yang saya rasa sangat luar biasa. Semoga menjadi amal kebaikan bagi rekan-rekan AJP,” imbuhnya.
Sementara itu, Pembina AJP KH. Ghozi Mujtaba berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Dia menegaskan, program santunan dan tali asih merupakan bagian dari agenda rutin AJP.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus berada di jalan yang baik. Program santunan, tali asih, termasuk rumah singgah adalah bentuk kepedulian kami,” tuturnya.
Dia juga berharap seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut senantiasa mendapat keberkahan dan pertolongan dari Allah SWT.
“Semoga kita selalu mendapat maunah dari Allah, sehingga kita bisa kembali kepada-Nya dalam keadaan baik,” pungkasnya. (ril)