Akhir Pelarian, Buron Kredit Fiktif Rp9,6 Miliar Berhasil Diciduk, BRI Tegaskan Tak Ada Ampun Bagi Pelaku Fraud

 Akhir Pelarian, Buron Kredit Fiktif Rp9,6 Miliar Berhasil Diciduk, BRI Tegaskan Tak Ada Ampun Bagi Pelaku Fraud

Tersangka kasus kredit fiktif di Surabaya. Foto: beritajatim.com

KORANPLUS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan tajinya dalam memerangi kejahatan perbankan.

Melalui Branch Office (BO) Surabaya Manukan, BRI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kejaksaan Negeri Surabaya atas penangkapan buronan kasus kredit fiktif senilai Rp9,6 miliar.

Penangkapan DPO berinisial NK tersebut menjadi babak final dari pengungkapan skandal yang sebenarnya dibongkar sendiri oleh sistem internal BRI.

Pemimpin Kantor Cabang BRI Manukan, Yoga Pratama, menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini adalah bukti nyata penerapan prinsip zero tolerance to fraud. BRI tidak ragu untuk menyeret oknum-oknum yang mencoba mencoreng integritas perusahaan ke jalur hukum.

“Kasus ini merupakan pengungkapan internal BRI Manukan. Ini langkah tegas kami dalam menerapkan zero tolerance di lingkungan kerja,” ujar Yoga, Kamis (16/4), dilansir beritajatim.com.

Langkah bersih-bersih ini sudah dimulai sejak lama. Dua oknum pekerja yang terbukti terlibat langsung dijatuhi sanksi pemecatan (PHK) dan telah divonis oleh Pengadilan Negeri Surabaya sejak Desember 2020.

Jaga Kepercayaan Publik

Yoga menekankan bahwa BRI secara konsisten menjunjung tinggi Good Corporate Governance (GCG). Penindakan tegas terhadap setiap aksi tipu-tipu bukan hanya soal memulihkan kerugian, tapi demi menjaga kepercayaan jutaan nasabah yang telah menggantungkan masa depannya pada BRI.

Saat ini, terpidana NK sudah dieksekusi ke Lapas Perempuan Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, untuk menjalani hukuman penjara selama lima tahun.

Penuntasan kasus besar ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba melakukan kecurangan di sistem perbankan. BRI memastikan akan terus proaktif memantau dan menindak segala bentuk penyimpangan demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *