Angkat Isu Palestina, STAI Al-Furqon Gelar Seminar Internasional Bersama UTM Malaysia
PRABUMULIH, KORANPLUS.COM – Pemerintah Kota Prabumulih memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Seminar Internasional yang digelar Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Furqon Prabumulih di Gedung Graha RS AR Bunda Prabumulih, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan bertema “Muslim Student Responses to the Palestinian Cause Amid the Escalating U.S – Iran Conflict” tersebut dibuka langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Prabumulih, Drs. Amilton, mewakili Wali Kota Prabumulih H. Arlan.
Dalam sambutannya, Amilton menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Prabumulih terhadap kegiatan akademik dan diskusi internasional yang mampu memperluas wawasan mahasiswa serta generasi muda terkait isu-isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.
“Pemerintah Kota Prabumulih sangat mengapresiasi STAI Al-Furqon sebagai pelaksana kegiatan ini. Seminar internasional seperti ini sangat penting untuk menambah pengetahuan peserta, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat menyuarakan perdamaian serta keadilan bagi saudara-saudara kita di dunia,” ujarnya.
Menurutnya, konflik kemanusiaan yang terjadi di Palestina hingga meningkatnya tensi konflik global harus menjadi perhatian bersama, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa sebagai agen perubahan.
Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari Universitas Teknologi Malaysia, Prof. Dr. Badlihisham bin Mohd. Nasir, M.A, yang memberikan pandangan akademik mengenai dinamika geopolitik dan respon mahasiswa Muslim terhadap isu Palestina di tengah meningkatnya konflik Amerika Serikat dan Iran.
Turut hadir dalam kegiatan itu Pembina Yayasan STAI Al-Furqon Dr. H. Abdul Rachman, SpOG, M.M, Ketua Yayasan Ust. Roin Al Hadi, M.Hum, Ketua Pelaksana Mudzakir Ilyas, M.E.Sy, perwakilan DISDIKBUD, civitas akademika, serta ratusan peserta seminar.
Suasana seminar berlangsung penuh antusias. Para peserta tampak aktif mengikuti diskusi yang membahas pentingnya peran generasi muda Muslim dalam menyuarakan nilai kemanusiaan, persatuan dan perdamaian dunia melalui jalur pendidikan dan intelektual. (ril)