The Real Mengabdi, Aiptu Ony Kristiyan, Polisi yang Sembuhkan Warga Tanpa Obat dan Tanpa Ritual
Mengintip terapi unik yang diklaim berasal dari energi alam oleh anggota polisi di Kediri, Jawa Timur. (Instagram.com/@undercover.id)
KORANPLUS.COM – Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh aksi inspiratif seorang anggota kepolisian dari Polsek Kediri, Aiptu Ony Kristiyan. Bukan karena aksi penangkapan kriminal, melainkan karena metode pengobatan alternatif unik yang ia berikan secara cuma-cuma kepada masyarakat.
Melalui unggahan viral di akun Instagram @undercover.id pada Kamis (5/2), Aiptu Ony terlihat sedang menjalankan terapi khusus kepada warga Jawa Timur. Hal yang paling mencuri perhatian publik adalah metodenya yang diklaim sebagai “terapi tanpa sentuhan” dengan memanfaatkan energi alam. Bahkan, mobil dinas kepolisian pun disiagakan sebagai sarana penunjang aksi kemanusiaan ini.
Bermula dari Kegelisahan di Pramuka
Siapa sangka, kemampuan unik ini lahir dari rasa tidak tega. Delapan tahun lalu, saat mendampingi kegiatan Pramuka, Aiptu Ony kerap merasa tak berdaya ketika melihat anak-anak didiknya mengalami kesurupan atau mendadak jatuh sakit di lapangan.
“Awalnya saya hanya bingung bagaimana membantu anak-anak kalau ada yang kesurupan atau tiba-tiba drop. Saya benar-benar tidak punya ilmu apa-apa,” kenangnya.
Metode Unik: Tanpa Obat, Tanpa Ritual
Tanpa latar belakang medis, Ony mulai mendalami terapi energi alam yang fokus pada relaksasi dan pemulihan tubuh melalui energi di sekitar. Terapi ini murni tanpa sentuhan fisik, tanpa obat-obatan, dan tanpa ritual tertentu.
Setelah sukses mempraktikkannya pada keluarga, Ony kini membawa misi ini ke lingkup yang lebih luas. Selama delapan tahun terakhir, ia konsisten menyasar warga kurang mampu dan lansia yang kesulitan mengakses layanan kesehatan konvensional saat dirinya sedang bertugas melakukan sambang warga.
“Terapi ini diberikan secara cuma-cuma, tanpa pungutan biaya apa pun,” tegasnya.
Komitmen ini menjadikannya sosok polisi yang tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjadi tumpuan harapan bagi kesehatan warga setempat.***