Kritik Pedas Pep Guardiola: Piala Dunia 2026 Terlalu Mahal, Fans Sejati Jadi Korban
Gianni Infantino tak peduli penonton menjerit.
KORANPLUS.COM – Bukan kejutan lagi jika Piala Dunia terbesar dalam sejarah siap mendatangkan pundi-pundi uang dalam jumlah fantastis bagi FIFA. Federasi sepakbola dunia tersebut telah memimpin apa yang tampaknya akan menjadi ajang olahraga paling menguntungkan sepanjang masa.
Turnamen akbar musim panas ini, yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sejak awal diprediksi akan menghasilkan pendapatan luar biasa hanya dari skala turnamennya saja.
Piala Dunia 2026 menampilkan format baru dengan 48 tim dan 104 pertandingan, yang berarti lebih banyak tiket dan hak siar untuk dijual, serta peluang sponsor yang meningkat pesat.
Ditambah dengan pasar penjualan kembali tiket yang sangat mahal—di mana FIFA mendapatkan jatah 30% dari setiap transaksi sekunder—badan pengatur sepakbola ini diperkirakan akan melampaui target pendapatannya selama empat tahun terakhir… bahkan lebih.
FIFA Raup ‘Angka 10 Digit’ Hanya di Tahun 2026
Menurut laporan keuangan terbaru FIFA yang dirinci oleh The Guardian, FIFA akan menghasilkan sekitar $8,9 miliar (sekitar Rp145 triliun) tahun ini saja. Angka itu hampir $4 miliar lebih banyak dibandingkan $5,24 miliar yang dihasilkan dari Olimpiade Paris 2024.
Angka-angka ini semakin mencengangkan jika memperhitungkan siklus empat tahun menjelang Piala Dunia musim panas ini. FIFA bersiap mengantongi total $13,1 miliar (sekitar Rp213 triliun) dari pendapatan yang dikumpulkan sejak 2023 hingga 2026:
- 2023: $1,2 miliar
- 2024: $0,5 miliar
- 2025: $2,5 miliar
- 2026: $8,9 miliar
Sebagian besar anggaran pendapatan FIFA berasal dari hak siar TV dan pemasukan terkait sebesar $3,9 miliar.
Pemasukan terbesar kedua datang dari sektor hospitality dan penjualan tiket senilai $3 miliar. Pendapatan sponsor juga diperkirakan melampaui $2,8 miliar pada Piala Dunia kali ini.
Secara finansial, Piala Dunia 2026 sudah dianggap sebagai sukses monumental bagi FIFA, padahal belum satu detik pun pertandingan dimainkan. Lagipula, apa yang perlu dikeluhkan ketika mereka meraup lebih dari $13 miliar?
Protes Keras: Terlalu Mahal bagi Fans Sejati
Namun, para penggemar, pemain, hingga manajer di seluruh dunia melontarkan kritik keras kepada FIFA atas harga tiket turnamen yang selangit. Harga tersebut dianggap menghalangi fans fanatik untuk mampu membeli tempat di tribun demi menonton tim mereka bertanding.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, baru-baru ini mengkritik FIFA karena membuat turnamen ini “sangat mahal,” dan menekankan bahwa “penggemar adalah kunci” dari keajaiban Piala Dunia.
Penyerang timnas Amerika Serikat, Tim Weah, juga mengecam tiket yang “terlalu mahal” yang akan menyebabkan “fans sejati melewatkan pertandingan.”
Harga parkir dan tiket kereta api juga mendapat sorotan tajam.
Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, mengkritik FIFA karena membebankan tagihan senilai $48 juta kepada negara bagian tersebut untuk mengangkut fans ke stadion dengan aman tanpa bantuan finansial apa pun. Hal ini menyebabkan tarif kereta naik drastis dari $12,90 (Rp210 ribu) menjadi $150 (Rp2,4 juta) untuk perjalanan dari Penn Station di New York City ke Stadion MetLife di New Jersey.
Keriuhan seputar turnamen ini diprediksi akan terus meningkat seiring mendekatnya jadwal pertandingan, terutama jika harga-harga terus melonjak tak terkendali.***