Piala Dunia 2026 – Iran akan Kerucutkan Tim Menjadi 26 Pemain Sebelum Terbang ke AS Jika Dapat Jaminan Keamanan dari FIFA dan AS
Skuad Iran terus mengasah diri sebelum berangkat ke AS. (Foto: IG @teammellifootball)
KORANPLUS.COM – Ketua Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, menyatakan pada Rabu (6/5), bahwa ia akan bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam tiga atau empat hari ke depan.
Dalam pertemuan tersebut, ia akan menuntut jaminan bahwa negaranya akan dihormati selama gelaran Piala Dunia di Amerika Serikat.
Kanada, yang menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia (11 Juni – 19 Juli) bersama AS dan Meksiko, menyatakan telah menolak izin masuk Taj pekan lalu karena keterkaitannya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Pada Selasa (5/5), Taj menegaskan bahwa Iran tidak akan ikut serta dalam turnamen tersebut jika FIFA tidak dapat menjamin penghormatan terhadap institusi negaranya di AS, tempat tim mereka akan bermarkas dan memainkan ketiga pertandingan grup.
“Kami akan menyampaikan ekspektasi kami kepada FIFA. Jika mereka bisa memenuhinya, kami pasti akan berpartisipasi,” kata Presiden FFIRI tersebut kepada lembaga penyiaran negara, IRIB, di Teheran, Rabu (6/5).
“Namun, jika tidak ada jaminan hal itu dipenuhi, maka tidak ada yang berhak menghina kami atau pilar sistem kami. Dan jika mereka terus merendahkan, bahkan menanyakan hal-hal sensitif kepada pemain kami, kami mungkin akan mengambil keputusan berbeda.”
Baik AS maupun Kanada mengklasifikasikan IRGC sebagai ‘entitas teroris’ dan telah mempertegas bahwa mereka tidak akan mengizinkan orang-orang yang memiliki hubungan dengan pasukan militer elit tersebut untuk masuk.
Taj, yang pernah menjabat sebagai pejabat tinggi di IRGC sebelum masuk ke administrasi sepakbola, mendapat dukungan dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei.
“Dengar, tim nasional sepakbola kami tidak sedang ‘berwisata’ ke Amerika Serikat, melainkan pergi ke sana untuk ikut serta dalam Piala Dunia FIFA,” tegas Baghaei kepada wartawan di Teheran.
“Oleh karena itu, adalah tanggung jawab FIFA untuk menyediakan semua fasilitas dan kondisi yang diperlukan. Pemerintah tuan rumah juga memiliki kewajiban jelas berdasarkan regulasi FIFA untuk mengeluarkan visa tanpa mempertimbangkan motif politik.”
Partisipasi Iran Dipertanyakan Usai Operasi Roaring Lion
Keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia mulai dipertanyakan sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Republik Islam tersebut pada akhir Februari lalu, yang memicu perang di kawasan tersebut.
Taj juga menyebutkan bahwa daftar 30 pemain untuk turnamen akan dipilih pekan ini sebelum dikerucutkan menjadi 26 pemain setelah kamp pelatihan di Turki.
Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, mengatakan skuad berencana tiba di AS 14 hari sebelum turnamen dimulai.
Ghalenoei menginginkan dua atau tiga laga uji coba, namun upaya untuk mengatur pertandingan persahabatan internasional terbukti sulit karena banyak tim yang membatalkan diri di menit-menit terakhir.
Skuad Iran akan tetap berada di Teheran selama satu pekan lagi sebelum berangkat ke Turki pada 16 Mei.
Team Melli dijadwalkan memulai kampanye mereka melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni. Markas mereka di AS akan berlokasi di Kino Sports Complex di Tucson, Arizona.***