Oknum Polisi Tabrak Lari di Karawang, Kabur dan Tercebur ke Kali Saat Dikejar Warga!
Tangkapan layar oknum Polisi diamankan warga setelah tabrak lari pengendara motor. Foto: Dok./ist
KORANPLUS.COM – Sebuah kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang anggota kepolisian menggegerkan wilayah Kecamatan Rengasdengklok, Karawang. Peristiwa ini bermula saat sebuah mobil Honda Brio yang diduga dikemudikan oknum polisi berinisial H (45) menabrak sebuah sepeda motor Honda Vario di depan SMPN 1 Rengasdengklok pada Sabtu( 31/1), pagi sekitar pukul 07.30 WIB, lalu melarikan diri (tabrak lari) sebelum akhirnya terperosok dan nyemplung ke Kali Apor saat dikejar warga sekitar.
Menurut keterangan Kasi Humas Polda Karawang, Ipda Cep Wildan, mobil tersebut menabrak motor yang dikendarai M (35), seorang perempuan warga Desa Rengasdengklok Utara. Usai menabrak, pengemudi mobil justru berusaha kabur dari lokasi tanpa memberikan pertolongan.

“Setelah menabrak sepeda motor, pengemudi mobil meninggalkan lokasi dan diteriaki warga,” kata Ipda Cep Wildan.
Namun pelarian itu tidak berlangsung lama. Warga yang melihat kejadian ikut mengejar mobil Honda Brio sampai melewati depan Kantor Desa Kertasari, di mana mobil tersebut terperosok dan akhirnya masuk ke dalam Kali Apor. Kejadian ini menarik perhatian warga sekitar dan petugas kepolisian yang menerima laporan.
Korban pengendara motor kemudian dievakuasi dan dilarikan ke RS Proklamasi Rengasdengklok untuk mendapatkan perawatan medis atas luka yang dialami akibat tabrak lari tersebut. Sementara itu, pengemudi mobil yang merupakan anggota Polri itu kemudian diamankan oleh petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menyita barang bukti berupa mobil Honda Brio serta motor Honda Vario yang terlibat dalam insiden.
Kasus ini kini ditangani oleh Polres Karawang untuk memastikan kronologi kejadian dan mempertanggungjawabkan tindakan pelaku sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Penanganan awal sudah dilakukan dengan mengamankan pengemudi dan kendaraan, serta memintai keterangan saksi,” ujar keterangan petugas kepolisian setempat.
Insiden ini kembali memicu diskusi publik tentang pentingnya tanggung jawab di jalan dan prosedur penanganan kecelakaan, terutama ketika melibatkan aparat penegak hukum.