IPO Prihatin Nasib Pino Bahari yang Alami Kecelakaan, Pemerintah Dianggap Cuek Bebek

 IPO Prihatin Nasib Pino Bahari yang Alami Kecelakaan, Pemerintah Dianggap Cuek Bebek

KORANPLUS.COM – Kabar duka sekaligus memilukan datang dari pahlawan olahraga Indonesia. Pino Bahari, peraih medali emas Asian Games Beijing 1990 dan Olympian kebanggaan tanah air, kini terbaring tak berdaya di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan motor di Denpasar, Bali.

Putra dari pelatih legendaris Daniel Bahari ini mengalami cedera parah, termasuk patah engkel kaki kiri dan patah tulang rusuk di empat ruas.

Namun, di balik rasa sakit fisiknya, terungkap fakta yang jauh lebih menyakitkan: sang legenda hidup kini harus menyambung hidup sebagai pengemudi ojek online dan panitia tinju lokal dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup.

Biaya Operasi Rp200 Juta: Antara Hidup dan Mati

Kondisi ekonomi yang sulit membuat Pino tak mampu melunasi biaya operasi yang menembus angka Rp200 juta. Jangankan untuk pengobatan medis yang mahal, untuk kebutuhan sehari-hari saja ia sudah terseok-seok.

Ironisnya, hingga saat ini belum ada uluran tangan dari pihak-pihak yang seharusnya paling bertanggung jawab.

Indonesia Peduli Olahraga (IPO) melontarkan kritik pedas terhadap sikap Kemenpora di bawah kepemimpinan Erick Thohir dan Wamenpora Taufik Hidayat.

Keduanya dinilai “cuek bebek” dan tidak menunjukkan simpati sedikit pun, padahal kecelakaan yang dialami Pino terjadi sejak 13 April.

Taufik Hidayat sendiri merupakan sesama Olympian. Tidak ada kunjungan, apalagi bantuan nyata bagi sosok yang pernah mengharumkan Merah Putih di panggung dunia.

Sorotan Tajam untuk IOA dan Kabinet Merah Putih

Kekecewaan juga diarahkan kepada Indonesian Olympian Association (IOA) yang dipimpin Yayuk Basuki. Ketua IPO Joseph Erwiyantoro mempertanyakan transparansi dana sponsor Rp2,5 miliar yang pernah diterima IOA, karena tidak ada sedikit pun bantuan yang mengalir untuk Pino Bahari di masa kritisnya.

Erwiyantoro, bahkan memberikan saran keras kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Ia mendesak agar Erick Thohir dan Taufik Hidayat masuk dalam daftar teratas menteri yang wajib dicopot dalam reshuffle Kabinet Merah Putih mendatang.

Jika nasib legenda seperti Pino Bahari saja diabaikan, masa depan atlet muda Indonesia kini berada dalam bayang-bayang kegelapan.***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *